Uncategorized

Biografi Al-Khwarizmi

Al-Khwarizmi mengembangkan konsep algoritma dalam matematika (yang merupakan alasan mengapa ia disebut kakek ilmu komputer oleh sebagian orang).

Tak satu pun dari pencapaian besar sains modern, tidak akan mungkin terjadi tanpa matematika, sains, dan pengembangan aljabar. Kata aljabar berasal dari kata Arab al-jabr, yang berakar pada judul naskah abad ke-9 yang ditulis oleh ahli matematika Al-Khwarizmi.

Muhammad bin Musa al-Khwarizmi adalah ahli matematika Persia, astronom, ahli geografi peramal dan sarjana di House of Wisdom di Baghdad. House of Wisdom adalah pusat penelitian dan pengajaran ilmiah.

JJ O’Conner dan EF Robertson menulis di arsip Sejarah Matematika MacTutor, “Mungkin salah satu kemajuan paling signifikan yang dibuat oleh matematika Arab dimulai pada saat ini dengan karya al-Khwarizmi, yaitu awal aljabar. Penting untuk memahami seberapa penting ide baru ini. Itu adalah langkah revolusioner dari konsep matematika Yunani yang pada dasarnya geometri. Aljabar adalah teori pemersatu yang memungkinkan bilangan rasional, bilangan irasional, besaran geometris, dan lain-lain”

Muhammad Ibn Musa Al-Khwarizmi, yang dijuluki Al-Khwarizmi, berasal dari keluarga Persia dari Khorasan – sekarang terletak di Uzbekistan.

Tanggal pasti kelahirannya tidak jelas, tetapi biasanya dianggap pada c.780. Ada sangat sedikit informasi tentang kehidupan awalnya, tetapi jelas bahwa ia adalah salah satu siswa yang cerdas di Baghdad, Irak.

Bagdad adalah kota pengetahuan pada masa Era Emas umat Islam. Ada sebuah lembaga besar di Baghdad pada masa Al-Khwarizmi, yang disebut Dar-Al-Hikmat (House of Wisdom). Al-Khwarizmi adalah salah satu dari banyak peneliti yang bekerja di House of Wisdom sebagai ahli matematika, ahli geologi, dan astronom.

Dia membuat sebagian besar penemuan dan kontribusi ilmiahnya pada periode 813 hingga 833. Dia juga seorang penerjemah yang sangat baik dan telah menerjemahkan begitu banyak buku ke dalam bahasa Arab dari bahasa lain, seperti bahasa Sanskerta dan Yunani.

Penemuan Luar Biasa Al-Khwarizmi Bagi Masa Depan
Al-Khwarizmi mengembangkan konsep algoritma dalam matematika (yang merupakan alasan mengapa ia disebut kakek ilmu komputer oleh sebagian orang).

Aljabar Al-Khwarizmi dianggap sebagai dasar dan landasan sains. Kepada al-Khwarizmi kita berhutang dunia “aljabar,” dari judul karya matematika terhebatnya, Hisab al-Jabr wa-al-Muqabala.

Buku itu, yang dua kali diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, oleh Gerard dari Cremona dan Robert of Chester pada abad ke-12, menghasilkan beberapa ratus persamaan kuadrat sederhana dengan analisis dan juga dengan contoh geometris.

Istilah “aljabar” berasal dari nama salah satu operasi dasar dengan persamaan ( al-jabr , yang berarti “restorasi”, merujuk pada penambahan angka pada kedua sisi persamaan untuk mengkonsolidasikan atau membatalkan istilah) yang dijelaskan dalam buku itu.

Salinan Arab yang unik disimpan di Oxford dan diterjemahkan pada tahun 1831 oleh F. Rosen. Terjemahan Latin disimpan di Cambridge.

Hal itu juga memiliki bagian substansial tentang metode pembagian warisan dan survei plot tanah. Ini sebagian besar berkaitan dengan metode untuk memecahkan masalah komputasi praktis daripada aljabar karena istilah tersebut sekarang dipahami.

Hal yang taj kalah penting adalah kontribusi al-Khwarizmi terhadap geografi abad pertengahan. Dia mensistematisasikan dan mengoreksi penelitian Ptolemy dalam geografi, menggunakan temuan aslinya sendiri yang berjudul Surat al-Ard (The Shape of the Earth).

Teks itu ada dalam sebuah manuskrip; sayangnya peta-peta tersebut belum dilestarikan, meskipun para sarjana modern telah mampu merekonstruksinya dari deskripsi al-Khwarizmi.

Dia mengawasi pekerjaan 70 ahli geografi untuk membuat peta “dunia yang dikenal” saat itu. Ketika karyanya dikenal di Eropa melalui terjemahan Latin, pengaruhnya membuat tanda permanen pada pengembangan ilmu pengetahuan di Barat.

Beberapa Kontribusi Penting Lainnya
Algoritma
Pada abad ke-12, terjemahan Latin dari buku pelajarannya tentang aritmatika (Algorithmo de Numero Indorum) yang mengkodifikasi berbagai angka India, memperkenalkan sistem bilangan desimal posisional ke dunia Barat.

The Compendious Book on Calculation by Completion and Balancing, diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Robert of Chester pada tahun 1145, digunakan sampai abad keenam belas sebagai buku teks matematika utama universitas-universitas Eropa.

Karya Al-Khwarizmi tentang aritmatika bertanggung jawab untuk memperkenalkan angka-angka Arab, berdasarkan sistem angka Hindu-Arab yang dikembangkan dalam matematika India, ke dunia Barat.

Istilah “algoritma” berasal dari algorisme, teknik melakukan aritmatika dengan angka-angka Hindu-Arab yang dikembangkan oleh al-Khwārizmī. Baik “algoritma” dan “algorisme” berasal dari bentuk Latinized nama al-Khwārizmī, Algoritmi dan Algorismi, masing-masing.

Saat ini, komputer banyak menggunakan algoritma untuk menyelesaikan berbagai masalah dan pengambilan keputusan. Karena pengenalan konsep algoritma, Al-Khwarizmi kadang-kadang disebut sebagai bapak ilmu komputer.

Perbaikan dalam Sundial
Sundial adalah instrumen yang menunjukkan waktu dengan bantuan posisi Matahari. Matahari membentuk bayangan pointer di piring yang berisi tanda periode waktu. Bayangan penunjuk berputar pada tanda ketika matahari mengubah posisinya.

Al-Khwarizmi memperbaiki desain jam matahari dan menjadikannya instrumen universal untuk memeriksa waktu di bagian dunia mana pun.

Uni Soviet mengeluarkan perangko pada tahun 1983 di mana gambar Al-Khwarizmi terukir.

Universitas Amir Kabir di Teheran di Iran telah menempatkan patung Al-Khwarizmi.

Al-Khwarizmi menjadi kepala Dar-ul-Hikmat (Rumah Kebijaksanaan) pada masa Khalifah Mamun Muslim.

Besarnya kontribusinya terhadap matematika terlihat jelas dari fakta bahwa kedua istilah “algoritma” dan “algoritma” berasal dari bentuk Latin nama Al-Khwarizmi, ‘Algoritmi’ dan Algorismi ‘, masing-masing.

Dia telah meninggal pada usia 70 tahun pada c.850.

Uncategorized

Biografi Muhammad al-Fazari

Al-Fazari menerjemahkan beberapa literatur asing ke dalam bahasa Arab dan Persia. Bersama dengan beberapa cendekiawan lain, seperti Naubakht, dan Umar ibnu al-Farrukhan al-Tabari, beliau meletakkan dasar-dasar ilmu pengetahuan di dunia Islam.

Abu abdallah Muhammad bin Ibrahim al-Fazari (meninggal 796 atau 806) adalah seorang filsuf, matematikawan dan astronom  Muslim. Ia banyak menterjemahkan buku-buku sains ke dalam bahasa Arab dan Persia. Ia juga merupakan astronom muslim pertama yang membuat astrolobe, alat untuk mengukur tinggi bintang. Ia pernah mendapat tugas untuk menterjemahkan ilmu angka dan ilmu hitung, serta ilmu astronomi India yang bernama Sind Hind, oleh khalifah Al Mansyur dari Abbasiyah.

Ayahnya bernama Ibrahim Al-Fazari yang juga seorang astronom dan matematikawan. Beberapa sumber menyebut dia sebagai seorang Arab, sumber lain menyatakan bahwa ia adalah seorang Persia. Al Farazi menetap serta berkarya di Baghdad, Irak, ibu kota kekhalifahan Abbasiyah.

Muhammad bin Ibrahim al-Fazari bersama ayahnya, Ibrahim al fazari, merupakan seorang ahli matematika dan astronom di istana kekhalifahan Abbasiya, di era khalifah harun al Rasyid. Ia menyusun berbagai jenis penulisan astronomi.

Bersamaan dengan Ya’qub ibn Thariq dan ayahnya, ia membantu menterjemahkan teks astronomi India oleh Brahma gupta (abad 7 M), Brahma Sphuta Siddhanta, ke dalam bahasa Arab sebagai Az jiz ala Sini al Arab atau kitab Sindhind. Terjemahan ini dimungkinkan sebagai saran penting dalam tranmisi angka hindu dari India ke dalam Islam.

Dinasti Abbasiyah yang berkuasa saat itu memberikan peluang dan dukungan yang sangat besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan apalagi dalam bidang astronomi. Khalifah al-Mansyur adalah penguasa Abbasiyah pertama yang memberi perhatian serius dalam pengkajian astronomi dan astrologi.

Khalifah Harun al rasyid mengumpulkan dan mendorong cendekiawan muslim untuk menerjemahkan beragam literatur yang berasal dari Yunani, Romawi Kuno, India, hingga Persia. Al Farazi adalah salah satu astronom paling awal di dunia Islam. Beliau memegang peran penting dalam kemajuan ilmu astronomi di masa Abbasiyah.

Al-Fazari menerjemahkan beberapa literatur asing ke dalam bahasa Arab dan Persia. Bersama dengan beberapa cendekiawan lain, seperti Naubakht, dan Umar ibnu al-Farrukhan al-Tabari, beliau meletakkan dasar-dasar ilmu pengetahuan di dunia Islam.

Pekerjaan al-Fazari

Khalifah Harun al rasyid menunjuk seorang ahli astronomi yang bernama Naubahkh untuk memimpin upaya penerjemahan. Khalifah menulis surat pada kaisar Bizantium agar mengirimkan buku-buku ilmiah untuk diterjemahkan, termasuk buku-buku tentang ilmu astronomi.

Mungkin sekitar tahun 790, Al-Fazari menterjemahkan banyak buku sience ke dalam bahasa Arab dan Iran. Ia ditasbihkan sebagai pencipta astrolabe pertama dalam dunia Islam. Bersamaan dengan Yaʿqub ub ibn Tariqia membantu menerjemahkan teks astronomi India oleh Brahmagupta, Sindhind., dalam bahasa Arab, Az-Zij ‛ala Sini al-‛Arab(Tables of the disks of the astrolabe).

Penerjemahan ini kemungkinan merupakan awal dimana angka Hindu ditransmisi dari India ke Islam. Buku tersebut dibawa oleh seorang pengembara dan ahli astronomi India bernama Mauka ke Baghdad dan segera menarik perhatian kaum cendekia di sana.

Al-Fazari menunaikan tugas dengan baik, menurut Ehsan Masood dalam bukunya “Ilmuwan Muslim Pelopor Hebat di Bidang Sains Modern”, saat itu telah menguasai astronomi sehingga di bawah arahan khalifah langsung beliau mampu menerjemahkan dan menyadur teks astronomi India kuno yang sangat teknis tersebut. Kemudian beliau memberi judul Zij al Sinin al Arab (Tabel Astronomi Berdasarkan Penanggalan Bangsa Arab) pada karya terjemahannya tersebut.

Menurut Ehsan Masood, penerjemahan Sindhind sangat berharga. Bukan hanya karena wawasan astronominya tapi juga sistem penomoran India, Kalpa Aharganas dengan perhitungan tahun Hijriah Arab. Selain itu, karya al Farazi mencantumkan daftar negara-negara di dunia dan dimensinya berdasarkan perhitungan tabel. Hasil kerja Al Farazi melalui penerjemahan mengenalkan sistem penomoran tersebut ke dunia Arab.

Astrolab planisferis merupakan mesin hitung analog pertama, difungsikan sebagai alat bantu astronomi untuk menghitung waktu terbit dan tenggelam serta titik kulminasi matahari dan bintang serta benda langit lainnya pada waktu tertentu. Astrolab menjadi instrumen paling penting yang pernah dibuat. Dengan desain akurat, astrolab menjadi instrumen penentu posisi pada abad pertengahan.

Astrolab merupakan model alam semesta yang bisa digenggam sekaligus jam matahari untuk mengukur tinggi dan jarak bintang. Chaucer dalam “Treatise in the Astrolabe” menyatakan bahwa Astrolab kemudian menjadi alat navigasi utama, hanya dalam beberapa bulan setelah ditemukan Astrolab oleh Al Farazi, kemajuan astronomi melejit cepat.

Astrolab memainkan peranan penting dalam pencapaian bidang astronomi oleh umat Muslim hingga masa-masa berikutnya. Seorang astronom bernama al Sufi berhasil memanfaatkannya dengan baik. Al Sufi mampu memetakan sekitar seribu kegunaan Astrolab dalam berbagai bidang yang berbeda seperti astronomi, astrologi, digunakan termasuk meramalkan posisi matahari, bulan, planet, dan bintang-bintang, navigasi. Dalam dunia Islam, Astrolabe digunakan untuk menemukan waktu matahari terbit dan naik dari bintang-bintang, untuk membantu jadwal (shalat).

Pada abad ke-13, karya ini ditemukan kembali oleh penjelajah dan ahli geografi Muslim bernama Yaqut al-Hamawi dan al-Safadi. Gairah dan kemauan para sarjana Muslim belajar dari tradisi ilmu lain serta dukungan penuh dari pemerintahan menjadi kunci keberhasilan dalam memajukan ilmu pengetahuan di dunia Islam.

Konten Islami Lainnnya:

– Sholat Jangan Buru-Buru
– Komik Pahlawan Islam Anas bin Nadhar
– Komik Mantan Napi Berulah Lagi
– Bantuan Dari Allah Saat Kesulitan
– 3 Hal Yang Dilakukan Saat Bangun Untuk Sahur
– Kenapa Dia Begitu Cinta Al-Qur’an

– Hindari Berkata Kotor
– Perang Melawan Hawa Nafsu
– Jangan Mencari Keburukan Orang
– Komik Islami Tentang Cinta
– Jomblo Halu Kepengen Punya Istri

– Komik Islami Pakai Yang Kanan
– Komik Islami Simple
– Jangan Benci Muslimah Bercadar
– Waspada 3 Pintu Menuju Neraka
– Kalau Sholat Jangan Lari Larian

– Perlunya Kerjasama Dalam Rumah Tangga
– Baju Koko Vs Jersey – Komik Islami
– Dunia Hanya Sementara
– Komik Islami Bahasa Inggris
– Komik Islami Tarawih Surat Pendek

– Kisah Pendek Khutbah Jum’at
– Menunggu Punahnya Corona
– Komik Pendek Islami
– Jangan Pernah Menunda Ibadah
– Komik Islami Hitam Putih

– Parno Karena Batuk Corona
– Komik Islami Doa Pejuang Nafkah
– Komik Islami Muslimah Memanah Dan Tahajud
– Komik Islami Hidup Bahagia
– Komik Islami Nasehat Dan Renungan
– Sejarah Masuknya Islam Ke Indonesia Yang Sebenarnya

– Komik Islami Sakit Penggugur Dosa
– Komik Nasehat Islami Adab Menguap
– Lupa Rakaat Sholat – Komik Islami
– Komik Islami Saling Mendoakan
– Hari Pertama Puasa
– Adab Masuk Rumah Kosong

Selamat Membaca.. Bantu Kami Dengan Donasi.. Dengan Kontak Businessfwj@gmail.com
Uncategorized

Komik Islami Hitam Putih Keren

Komik Islami Hitam Putih Keren

Konten Islami Lainnnya:

– Sholat Jangan Buru-Buru
– Komik Pahlawan Islam Anas bin Nadhar
– Komik Mantan Napi Berulah Lagi
– Bantuan Dari Allah Saat Kesulitan
– 3 Hal Yang Dilakukan Saat Bangun Untuk Sahur
– Kenapa Dia Begitu Cinta Al-Qur’an

– Hindari Berkata Kotor
– Perang Melawan Hawa Nafsu
– Jangan Mencari Keburukan Orang
– Komik Islami Tentang Cinta
– Jomblo Halu Kepengen Punya Istri

– Komik Islami Pakai Yang Kanan
– Komik Islami Simple
– Jangan Benci Muslimah Bercadar
– Waspada 3 Pintu Menuju Neraka
– Kalau Sholat Jangan Lari Larian

– Perlunya Kerjasama Dalam Rumah Tangga
– Baju Koko Vs Jersey – Komik Islami
– Dunia Hanya Sementara
– Komik Islami Bahasa Inggris
– Komik Islami Tarawih Surat Pendek

– Kisah Pendek Khutbah Jum’at
– Menunggu Punahnya Corona
– Komik Pendek Islami
– Jangan Pernah Menunda Ibadah
– Komik Islami Hitam Putih

– Parno Karena Batuk Corona
– Komik Islami Doa Pejuang Nafkah
– Komik Islami Muslimah Memanah Dan Tahajud
– Komik Islami Hidup Bahagia
– Komik Islami Nasehat Dan Renungan
– Sejarah Masuknya Islam Ke Indonesia Yang Sebenarnya

– Komik Islami Sakit Penggugur Dosa
– Komik Nasehat Islami Adab Menguap
– Lupa Rakaat Sholat – Komik Islami
– Komik Islami Saling Mendoakan
– Hari Pertama Puasa
– Adab Masuk Rumah Kosong

Selamat Membaca.. Bantu Kami Dengan Donasi.. Dengan Kontak Businessfwj@gmail.com
Uncategorized

Gambar Komik Islami Hitam Putih Sarat Makna

Gambar Komik Islami Hitam Putih Sarat Makna

Konten Islami Lainnnya:

– Sholat Jangan Buru-Buru
– Komik Pahlawan Islam Anas bin Nadhar
– Komik Mantan Napi Berulah Lagi
– Bantuan Dari Allah Saat Kesulitan
– 3 Hal Yang Dilakukan Saat Bangun Untuk Sahur
– Kenapa Dia Begitu Cinta Al-Qur’an

– Hindari Berkata Kotor
– Perang Melawan Hawa Nafsu
– Jangan Mencari Keburukan Orang
– Komik Islami Tentang Cinta
– Jomblo Halu Kepengen Punya Istri

– Komik Islami Pakai Yang Kanan
– Komik Islami Simple
– Jangan Benci Muslimah Bercadar
– Waspada 3 Pintu Menuju Neraka
– Kalau Sholat Jangan Lari Larian

– Perlunya Kerjasama Dalam Rumah Tangga
– Baju Koko Vs Jersey – Komik Islami
– Dunia Hanya Sementara
– Komik Islami Bahasa Inggris
– Komik Islami Tarawih Surat Pendek

– Kisah Pendek Khutbah Jum’at
– Menunggu Punahnya Corona
– Komik Pendek Islami
– Jangan Pernah Menunda Ibadah
– Komik Islami Hitam Putih

– Parno Karena Batuk Corona
– Komik Islami Doa Pejuang Nafkah
– Komik Islami Muslimah Memanah Dan Tahajud
– Komik Islami Hidup Bahagia
– Komik Islami Nasehat Dan Renungan
– Sejarah Masuknya Islam Ke Indonesia Yang Sebenarnya

– Komik Islami Sakit Penggugur Dosa
– Komik Nasehat Islami Adab Menguap
– Lupa Rakaat Sholat – Komik Islami
– Komik Islami Saling Mendoakan
– Hari Pertama Puasa
– Adab Masuk Rumah Kosong

Selamat Membaca.. Bantu Kami Dengan Donasi.. Dengan Kontak Businessfwj@gmail.com

Uncategorized

Komik Islami Ramadhan Pamit

 Jangankan bertemu Ramadhan di tahun depan
Sedetik lagi saja kita tidak bisa memastikan
Yuk ah jangan kaya si Aman, sibuk sosmedan
Malas tadarusan, tarawih ketiduran, siang-siang eh malah makan
.
Pokoknya jangan deh sia-siain bulan Ramdhan
Bulan keberkahan nih penuh ampunan, Bulan turunya Al-Qur’an
Yang pada malanya lebih baik dari seribu bulan
Ini kesempatan untuk kita upgrade keimanan

Konten Islami Lainnnya:

– Komik Pahlawan Islam Anas bin Nadhar
– Komik Mantan Napi Berulah Lagi
– Bantuan Dari Allah Saat Kesulitan
– 3 Hal Yang Dilakukan Saat Bangun Untuk Sahur
– Kenapa Dia Begitu Cinta Al-Qur’an

Selamat Membaca.. Bantu Kami Dengan Donasi.. Dengan Kontak Businessfwj@gmail.com

Uncategorized

Komik Islami Panji Rasulullah

Ujung Kerinduan

Untuk para pengemban misi yang saat ini merasakan manisnya dakwah dan kerinduan akan kembalinya kalimat Laa illaha illallah di muka bumi tidak lama lagi akan mengakhiri kerinduan mereka dengan kembalinya kehidupan yang islami

Cahaya islam akan menerangi gelapnya sistem jahiliyah
Rahmat islam akan tersebar ke seluruh alam
Tak ada kalimat yang diagungkan selain kalimat Laa illaha illallah

Dan saat itu kekufuran akan luluh lantah tunduk dibawah naungan Islam
Naungan yang dirahmati Allah yaitu Naungan Islam yang menerapkan hukum-hukum Allah

Naungan Islam bukanlah tujuan akhir sebuah perjuangan, namun metode untuk sampai pada tujuan akhir perjuangan

Tujuan akhir misi dakwah tidak lain adalah tujuan penciptaan kita di bumi yaitu untuk beribadah kepada Al Khaliq Tuhan Semesta Alam
Dan peribadatan tertinggi kepada Allah SWT adalah dengan melaksanakan hukum-hukum Allah secara kaffah

Dimana saat itu Islamlah satu-satunya acuan dalam beramal dari hal terkecil sampai hal terbesar
Mulai dari masalah perut sampai masalah perang
Semua diatur dengan hukum Islam

Maka adakah kerinduan lain selain merasakan indahnya Islam hidup ditengah-tengah kita?

Adakah kerinduan lain selain menyaksikan ummat ini berbondong-bondong memeluk Islam?

Adakah kerinduan lain selain melihat Islam menjadi pemimpin dunia?

Namun jika kerinduan ini belum sempat terwujud
Semoga diujung kerinduan ini kita mampu memberikan persembahan terindah untuk Allah dan RasulNya

Yaitu mati di jalan dakwah sebagai syuhadah

Maha Besar Allah yang menciptakan hambaNya untuk menjadi khairu ummah di muka bumi
Semoga Allah menggolongkan kita kedalam orang-orang yang akan mengembalikan predikat khairu ummah di akhir zaman

Aamiin



Konten Islami Lainnnya:

– Komik Pahlawan Islam Anas bin Nadhar
– Komik Mantan Napi Berulah Lagi
– Bantuan Dari Allah Saat Kesulitan
– 3 Hal Yang Dilakukan Saat Bangun Untuk Sahur
– Kenapa Dia Begitu Cinta Al-Qur’an

Selamat Membaca.. Bantu Kami Dengan Donasi.. Dengan Kontak Businessfwj@gmail.com